Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NusantaraPeristiwa

KMP Mutiara Ferindo 2 Terbakar di Perairan Banten, 12 ABK Berhasil Dievakuasi

334
×

KMP Mutiara Ferindo 2 Terbakar di Perairan Banten, 12 ABK Berhasil Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Foto: KMP Mutiara Ferindo 2 terbakar di perairan Banten. Sebanyak 12 ABK dievakuasi KN Tanjung Datu-301 milik Bakamla RI. (dok Bakamla)
Example 468x60

LBTV Media – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Ferindo 2 terbakar di perairan Banten, Kamis (3/4/2025) dini hari.

Beruntung, belasan anak buah kapal KMP Mutiara Ferindo 2 berhasil dievakuasi oleh Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) setelah menerima laporan.

Example 300x600

Ada 12 ABK yang dievakuasi menggunakan Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 milik Bakamla RI.

Kebakaran tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB. Dugaan awal, titik api berasal dari Car Deck D, tepatnya pada tumpukan kayu pallet yang berada di kapal.

“Penyebab pasti belum diketahui karena masih dalam proses penyelidikan,” kata Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI, Kapten Yuhanes Antara.

Kebakaran bermula saat kapal sedang lego jangkar di perairan Banten. Kepulan asap diketahui saat kru mesin, Yandi yang bertugas sebagai juru minyak kapal sedang mematikan generator darurat.

Asap terlihat mengepul dari blower. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, api diketahui berasal dari Car Deck D.

Yandi kemudian memanggil masinis 3 dan beberapa kru lain untuk berupaya memadamkan api. Namun api terus membesar hingga Chief Officer Kapal meminta pertolongan melalui komunikasi VHF kepada KN Tanjung Datu-301.

Menerima laporan, Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Rudi Endratmoko kemudian mengerahkan tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) untuk melakukan evakuasi.

“Tim VBSS tiba di lokasi pada pukul 04.20 WIB dan langsung mengevakuasi 12 ABK dari total 17 ABK yang berada di kapal. Setelah dievakuasi, seluruh ABK menjalani pengecekan kesehatan dan pendataan di atas KN Tanjung Datu-301,” jelas Kapten Yuhanes.

Sementara itu, 5 ABK lain tetap berada di kapal untuk membantu tim gabungan Bakamla dan Basarnas dalam proses pemadaman sisa api.

“Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.20 WIB,” tutup Kapten Yuhanes. (*)

Example 300250
Example 120x600