LBTV Media – Sebanyak 23 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islah, Kabupaten Lampung Timur, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa (26/8/2025).
Para santri yang masih duduk di bangku SMP hingga SMA itu mengalami gejala mual, pusing, hingga demam. Sebagian di antaranya harus menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit, sementara lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Riyanto, salah satu wali santri, mengaku terkejut saat menerima kabar anaknya mendadak jatuh sakit.
“Badannya panas, mual, dan pusing. Sebelumnya sehat-sehat saja, tapi setelah makan MBG jadi sakit,” ujar Riyanto kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).
Ia berharap pemerintah bisa ikut membantu biaya pengobatan para santri yang terdampak.
“Kami masyarakat kecil berharap biaya berobat anak-anak bisa ditanggung pemerintah,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Boyoh, membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut.
“Ada puluhan pelajar yang mengeluh mual dan pusing setelah makan. Sebagian sudah pulang, sebagian masih dirawat. Kondisi mereka saat ini sudah membaik,” jelas Boyoh, Kamis (28/8/2025) malam.
Polisi telah mengambil sampel makanan MBG serta jajanan di kantin pondok pesantren untuk diteliti lebih lanjut.
“Kami juga mengambil sampel jajanan kantin untuk penyelidikan lebih komprehensif. Semua sudah dikirim untuk uji laboratorium, hasilnya masih kami tunggu,” kata Boyoh.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Meski kondisi para santri dilaporkan mulai pulih, kasus ini menjadi perhatian serius, terutama terkait keamanan program makan bergizi gratis di lingkungan pendidikan.(*)